Senin, 15 November 2010

Gedung Keranjang (Amerika Serikat)



Idenya berasal dari Dave Longaberger, yang merupakan pendiri The Longaberger Company, yang akhirnya diwujudkan dalam bentuk keranjang raksasa dan digunakan sebagai kantor dari perusahaan tersebut. Menurut Dave ini merupakan ide terbaiknya dan percaya dengan hadirnya bangunan ini kinerja perusahaan akan semakin baik. ‘Keranjang’ ini mulai digunakan pada 17 Desember 1997 sebagai Home Office dari The Longaberger Company.

Rumah Berdansa (Republik Ceko)









The Dancing House (Rumah Berdansa) merupakan sebutan untuk bangunan kantor yang terletak di kota Prague, Republik Ceko. Didesain oleh arsitek kelahiran Kroasia, Vlado Milunic bekerja sama dengan arsitek dari Kanada Frank Gehry. Pembagunan gedung dimulai pada tahun 1994 dan baru selesai pada tahun 1996.

Desain gedung yang futuristik ini diharapkan bisa menjadi salah satu pusat kebudayaan di negara itu. Aslinya bernama ‘Fred and Ginger’ , dan berada di antara gedung Neo-Baroque, Neo-Gothic dan Art Nouveau yang sangat terkenal di Prague.

Gedung Piano (Cina)

 

Gedung berbentuk piano ini dibangun di propinsi An Hui, China. Terlihat di situ ada pula bagian berbentuk biola yang merupakan eskalator gedung. Gedung ini dibangun sebagai upaya untuk mengembangkan potensi wisata di daerah tersebut.
Perpustakaan Kota Kansas (Amerika Serikat)



Perpustakaan Kansas ini merupakan gedung dengan atap yang paling keren di kota itu. Sebe;umnya para penduduk diminta untuk memilih buku² yang paling berpengaruh dan memiliki citra kota Kansas. Dan akhirnya buku-buku itu diwujudkan dalam bentuk atap gedung perpustakaan ini.
Gedung Robot (Thailand)



Gedung Robot ini, terletak di pusat bisnis kota Sathorn di Bangkok, Thailand, yang digunakan oleh United Overseas Bank Bangkok. Dirancang untuk Bank of Asia oleh Sumet Jumsai untuk menggambarkan sistem komputerisasi bank tersebut.
Gedung Biru (Belanda)



Terletak di kota Delfshaven, Rotterdam, gedung ini pertama kali didesain oleh Schildersbedrijf N&F Hijnen. Gedung ini dibuat juga dengan persetujuan bahwa cat gedung ini akan tetap dipilih warna biru agar terlihat unik.
Dari kejauhan gedung ini adalah yang paling mencolok di antara bangunan lainnya.
 
Gedung Astra (Jerman)



Gedung unik merupakan tempat pembuatan bir yang terletak di Hamburg, Jerman. Uniknya gedung ini bisa dinaikkan atau diturunkan melalui inti bangunannya. Namun sekarang kabarnya gedung ini telah dimusnahkan seiring dibelinya merk bir (Astra) oleh perusahaan yang lebih besar.


Gedung Berliuk (Polandia)



Gedung yang berliuk-liuk ini didesain oleh Szotynscy Zaleski, terinspirasi oleh kisah dunia peri buatanJan Marcin Szancer dan lukisan seniman Swedia, Per Dahlberg. Gedung yang berada di Polandia ini memiliki luas 4000 meter persegi di pusat perbelanjaan Sopot, Polandia.
 
Aqua Tower USA

 

Berada disebelah timur Lakeshore Chicago Amerika Serikat, memiliki tinggi 250 meter dari tanah.



Chicago Spire, USA
 
 
 
Gedung yang memiliki 150 lantai ini berbentuk sangat unik mirip dengan pencil, dibangun oleh Garrett Kelleher, sampai saat ini sudah 800 orang menginden untuk bisa tinggal di apartemen mewah ini.
 
Kantor Pusat CCTV (TV Nasional Cina)
 
 
 
Bertempat di pusat bisnis utama di Beijing sangat tepat dan strategis bagi orang yang akan mengunjunginya. Memiliki 54 lantai dan tinggi 234 meter (Dji Sam Soe) yang bila dijumlahkan menjadi bilangan 9 (angka yang dipercaya memiliki keberuntungan bagi banyak orang di Tiongkok.
 
Regatta Hotel Jakarta, Indonesia 
 
 
 
Bangunan hotel yang memiliki nuansa kelautan ini sangat unik terdiri dari beberapa buak gedung dan satu gedung utama yang didesain mirip mercusuar, begitu mengesankan bentuknya.
 

Songjiang Hotel, Shanghai
 
 
 
Atkins telah berhasil memenangkan kompetisi internasional untuk mendesain resort hotel bintang lima, berlokasi di dekat kota Shanghai yaitu Songjian dengannuansa danau bekas tempat pertambangan yang sudah tidak digunakan lagi.




Minggu, 14 November 2010

youth pledge

Youth Pledge


The Youth Pledge (Indonesian: Sumpah Pemuda), was a declaration made on 28 October 1928 by young Indonesian nationalists at a conference in the then-Dutch East Indies. They proclaimed three ideals, one motherland, one nation and one language.

Background



The first Indonesian youth congress was held in Batavia, capital of the then-Dutch East Indies in 1926, but produced no formal decisions but did promote the idea of a united Indonesia.

In October 1928, the second Indonesian youth congress was held at three different locations. In the first session, the hope was expressed that the congress would inspire the feeling of unity. The second session saw discussions about educational issues. In the third and final session, held at Jalan Kramat Raya No, 126, on October 28 participants heard the future Indonesian national anthem Indonesia Raya by Wage Rudolf Supratman.

The congress closed with a reading of the youth pledge

The first Indonesian youth congress was held in Batavia, capital of the then-Dutch East Indies in 1926, but produced no formal decisions but did promote the idea of a united Indonesia.

In October 1928, the second Indonesian youth congress was held at three different locations. In the first session, the hope was expressed that the congress would inspire the feeling of unity. The second session saw discussions about educational issues. In the third and final session, held at Jalan Kramat Raya No, 126, on October 28 participants heard the future Indonesian national anthem Indonesia Raya by Wage Rudolf Supratman.

The congress closed with a reading of the youth pledge.

The pledge

 

In indonesian, with the original spelling, the pledge reads:
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
In English:
Firstly
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one motherland, Indonesia.
Secondly
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one nation, the nation of Indonesia.
Thirdly
We the sons and daughters of Indonesia, respect the language of unity, indonesian.

Participants

Second Youth Congress participants come from various representatives of youth organizations that exist at the time, such as Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Bond Islamieten Jong, Sekar Pillars, GN, Youth The Betawi, etc.. Among them there were also some Chinese youth as an observer, namely Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok and Tjio Djien Kwie but until now unknown background organization that sent them. Meanwhile, Thiam Kwee Hiong was present as a representative of the Jong Sumatranen Bond. Initiated by the AR Baswedan arab descent youth in Indonesia, held a congress in Semarang and extol the Youth Pledge of Arab descent.
Building

Building on Jalan Raya Kramat 106, recited the Pledge of Youth, is a lodging house for students and students belonging Sie Kok Liong.

Building 106 was renovated Kramat Jakarta Government 3 April to 20 May 1973 and inaugurated Governor of DKI Jakarta, Ali Sadikin, on May 20, 1973 as a Youth Pledge Building. This building was re-inaugurated by President Soeharto on May 20, 1974. In the course of history, never managed the Youth Pledge Building Jakarta Government, and is currently managed by the Ministry of Culture and Tourism.
 

 



Jumat, 15 Oktober 2010

Topologi Jaringan


Topologi Jaringan

Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 5 kategori utama seperti di bawah ini.

Topologi bintang


Topologi bintang
Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

Kelebihan

  • Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
  • Tingkat keamanan termasuk tinggi.
  • Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
  • Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.

Kekurangan

  • Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.

 

Topologi bus


Pada topologi bus dua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel.
Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi.
Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
* Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
*Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).

Topologi jala

Topologi jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).
Berdasarkan pemahaman di atas, dapat dicontohkan bahwa apabila sebanyak 5 (lima) komputer akan dihubungkan dalam bentuk topologi mesh maka agar seluruh koneksi antar komputer dapat berfungsi optimal, diperlukan kabel koneksi sebanyak 5(5-1)/2 = 10 kabel koneksi, dan masing-masing komputer harus memiliki port I/O sebanyak 5-1 = 4 port (lihat gambar).
Dengan bentuk hubungan seperti itu, topologi mesh memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
  • Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
  • Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan mempengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
  • Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
  • Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
Meskipun demikian, topologi mesh bukannya tanpa kekurangan. Beberapa kekurangan yang dapat dicatat yaitu:
  • Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
  • Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
  • Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.
Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya, topologi mesh biasanya diimplementasikan pada komputer-komputer utama dimana masing-masing komputer utama tersebut membentuk jaringan tersendiri dengan topologi yang berbeda (hybrid network).

 

Topologi cincin

 


Gambar menunjukkan diagram jaringan cincin
Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.

Kelebihan

  • Hemat kabel
  • Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data

Kelemahan

  • Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan.
  • Pengembangan jaringan lebih kaku
  • Sulit mendeteksi kerusakan
  • Dapat terjadi collision[dua paket data tercampur]
  • Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus

Topologi pohon

Topologi Jaringan Pohon (Tree) Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.




Jumat, 08 Oktober 2010

Bukittinggi city

hy friend.............

do you know bukittinggi.....?????
hmm........
if you do not know , I'll tell you about this beautiful resort town...



so,,,,
lets check it......



Bukittinggi (Indonesian for "high hill") is one of the larger cities in West Sumatra, Indonesia, with a population of over 91,000 people and an area of 25.24 km². It is situated in the Minangkabau highlands, 90 km by road from the West Sumatran capital city of Padang. It is located at 0°18′20″S 100°22′9″E / 0.30556°S 100.36917°E / -0.30556; 100.36917, near the volcanoes Mount Singgalang (inactive) and Mount Marapi (still active). At 930 m above sea level, the city has a cool climate with temperatures between 16.1°-24.9°C


History


Fort de Kock in 1826
The city has its origins in five villages which served as the basis for a marketplace. 
[1]
The city was known as Fort de Kock during colonial times in reference to the Dutch outpost established here in 1825 during the Padri War. The fort was founded by Captain Bauer at the top of Jirek hill and later named after the then Lieutenant Governor-General of the Dutch East Indies, Hendrik Merkus de Kock. 
[2] The first road connecting the region with the west coast was built between 1833 and 1841 via the Anai Gorge, easing troop movements, cutting the costs of transportation and providing an economic stimulus for the agricultural economy. 
[3] In 1856 a teacher-training college (Kweekschool) was founded in the city, the first in Sumatra, as part of a policy to provide educational opportunities to the indigenous population. 
[4] A rail line connecting the city with Payakumbuh and Padang was constructed between 1891 and 1894. 
[5]
During the Japanese occupation of Indonesia in World War II, the city was the headquarters for the Japanese 25th Army, the force which occupied Sumatra. The headquarters was moved to the city in April 1943 from Singapore, and remained until the Japanese surrender in August 1945.
[6]




Mosque in central Bukittinggi
During the Indonesian National Revolution, the city was the headquarters for the Emergency Government of the Republic of Indonesia (PDRI) from December 19, 1948 to July 13, 1949. During the second 'Police Action' Dutch forces invaded and occupied the city on December 22, 1948, having earlier bombed it in preparation. The city was surrendered to Republican officials in December 1949 after the Dutch government recognized Indonesian sovereignty.
[7]
The city was officially renamed Bukittinggi in 1949, replacing its colonial name. From 1950 until 1957, Bukittinggi was the capital city of a province called Central Sumatra, which encompassed West Sumatra, Riau and Jambi. In February 1958, during a revolt in Sumatra against the Indonesian government, rebels proclaimed the Revolutionary Government of the Republic of Indonesia (PRRI) in Bukittinggi. The Indonesian government had recaptured the town by May the same year.
A group of Muslim men had planned to bomb a cafe in the city frequented by foreign tourists in October 2007, but the plot was aborted due to the risk of killing Muslim individuals in the vicinity.
[8] Since 2008 the city administration has banned Valentine's Day and New Year's celebrations as they consider them not in line with Minangkabau traditions or Islam, and can lead to "immoral acts" such as young couples hugging and kissing.




.
Georraphy
Bukittinggi city surrounded by three volcanoes of Mount Singgalang , Mount Marapi and Mount Sago , and located at an altitude of 909-941 meters above the sea . Kota ini juga berhawa sejuk dengan suhu berkisar antara 16.1 – 24.9 °C. The city is also berhawa cool with temperatures ranging between 16.1 - 24.9 ° C. Sementara dari total luas wilayah kota Bukittinggi saat ini (25,24 km²), 82.8% telah diperuntukan menjadi lahan budidaya, sedangkan sisanya merupakan hutan lindung. While the total area of the current town of Bukittinggi (25.24 km ²), 82.8% have been allocated to cultivation of land, while the remaining protected forests.

Tourism

Development of tourism is one of the leading sectors for the town of Bukittinggi, the many exciting attractions, making this city is also dubbed as the "city tour". 
Currently in the town of Bukittinggi has been there about 60 hotels and 15 travel agencies 
The hotels are located in the town of Bukittinggi, among others, The Hills (formerly Novotel ), hotels Pusako , and so forth.

1.Sianok Canyon

Valley Sianok canyon is one of the main tourist attraction.

2. Panorama Park


Taman Panorama yang terletak di dalam kota Bukittinggi memungkinkan wisatawan untuk melihat keindahan pemandangan Ngarai Sianok. Panorama Park located in the town of Bukittinggi allows tourists to see the beautiful scenery Sianok canyon.

3. hole of japan


 
 in the panorama park also have a cave hideout former soldiers of japan during world war II,
called as the ' hole of Japan '.

4.The Garden Bundo Kanduang


In the Garden there Kanduang Bundo replica House Tower that serves as a museum culture of Minangkabau , the zoo and the fortress Fort de Kock is connected by a pedestrian bridge called the Bridge Limpapeh . Jembatan penyeberangan Limpapeh berada di atas Jalan A. Limpapeh pedestrian bridge above the road A. Yani yang merupakan jalan utama di kota Bukittinggi Yani which is the main street in the town of Bukittinggi.

5. Clock Tower


Ateh market is adjacent to the Clock Tower which is the center of the city.

6. Ateh Market

In the Market is always bustling ateh there are many food sellers and small embroidery craft souvenirs typical of West Sumatra as karupuak sanjai (cassava chips ala Sanjai in Bukittinggi area) is made from cassava, as well as karupuak jangek (Crackers skin) made of cow leather or buffalo and karak kaliang , a kind of typical Bukittinggi snacks shaped like a figure 8. Dan pada saat ini juga telah dibangun pusat perbelanjaan modern di kota Bukittinggi. And at this moment also has a modern shopping mall built in the town of Bukittinggi.

Picture gallery


The atmosphere Jalan Sudirman, the main road in Bukittinggi..
its so cool right,,,,
you can see that....


okay friend,
that all abaut bukittinggi city..
I hope you can enjoy and like my Bukittinggi city.